Barang Jastip Paling Laris

Barang Jastip Paling Laris

Bunda, pasti sudang sering dengar istilah jastip kan? Fenomena jastip atau jasa titip ini menjadi salah satu solusi buat Bunda, yang sering nitip oleh-oleh pada kenalan atau kerabat yang sedang bepergian ya.

Setahun belakangan, jastip makin ramai diperbincangkan warga dunia maya. Mulai dari titip oleh-oleh khas suatu daerah, kosmetik, atau makanan yang hanya ada di luar negeri, hingga barang diskonan di mal.

Seperti pengalaman Winda Destiana Putri, yang sering membuka jastip ketika mengunjungi bazar berskala besar, Bun. Diceritakan Winda, dia sering menerima barang-barang titipan saat mengunjungi Pekan Raya Jakarta (PRJ). Atau, saat ada mal yang akan tutup dan menggelar sale besar-besaran.

"Setiap ada event besar seperti Big Bad Wolf (BBW), PRJ, atau kemarin pas Neo Soho mau tutup sempat nge-jastip cuma enggak lama. Yang sekiranya bisa dikondisikan karena bawa masih ada 20 bulan. Tapi paling sering ke Gembrong," terang Winda kepada HaiBunda.

Nah, selain barang-barang bazar di atas, HaiBunda telah rangkum lima barang paling banyak diminati dalam transaksi jastip.

1. Produk kecantikan

Produk kecantikan impor menjadi barang yang paling banyak dipesan oleh para Bunda nih. Skin care asal Korea atau Jepang, menjadi produk jastip yang paling banyak masuk daftar. Tak hanya produk kecantikan dari luar negeri, karena nyatanya produk kosmetik dalam negeri pun laris manis dipesan.

Salah satu pelaku jastip, Desanti Sarah menuturkan sudah membuka jastip produk kecantikan sejak 2016. Saat itu, ada warehouse produk kecantikan yang ada di dekat rumahnya, menggelar sale sampai 90 persen. Sarah tertarik mencoba menawarkan pada customer online shop miliknya.

"Alhamdulillah banyak yang tertarik. Setelah itu kalau ada sale saya coba buka jastip," ungkap Sarah.

2. Perlengkapan anak

Dibanding laki-laki, ternyata ibu-ibu menjadi orang yang paling banyak memanfaatkan jastip. Salah satunya, mereka manfaatkan jastip untuk mendapatkan barang-barang keperluan anak. Mulai dari baju dan sepatu baby yang lucu-lucu, hingga mainan anak yang biasanya enggak sembarangan dijual.

Seperti dilakukan Winda yang membuka jasa titip mainan di Pasar Gembrong, Jakarta Timur. Pasar yang satu ini memang dikenal sebagai pusatnya mainan anak dengan harga miring, Bun. Hal sama juga dilakukan Ramadhana Karmila yang membuka jastip karena pengalaman pribadinya. Seusai lahiran, Ramadhana mengaku ingin membeli banyak keperluan anak tapi malas ke luar rumah.

"Yang utama tim kami selalu ke bazar produk-produk anak. Mainan, perabot hamil dan melahirkan, buku-buku anak, baju-baju anak," tutur Ramadhana.

3. Produk fashion yang sedang diskon

Hampir sebagian besar pelaku jastip menyadari kaum perempuan sebagai pasar besar untuk ditarget. Wajar kalau kemudian banyak yang membuka kesempatan jastip untuk produk fashion wanita. Mulai dari baju, tas, hingga sepatu branded.

Menariknya lagi, sebagian di antara mereka kemudian mencoba memperluas peluang dengan menawarkan barang preloved. Enggak cuma barang-barang impor dari luar negeri, Bun, karena banyak pula yang mengincar produk lokal berkualitas. Fella Felia misalnya, rela mengeluarkan modal hingga Rp20 juta saat membuka penawaran jastip.

"Ada sepatu dan tas, kaos kaki, case HP, pashmina, yang banyak orang pakai saja," tegas Fella.

4. Buku

Event tahunan Big Bad Wolf (BBW) yang baru saja selesai digelar, bisa jadi pembawa berkah untuk sebagian pelaku jastip. Lokasinya yang lumayan susah ditempuh dengan kendaraan umum, membuat sebagian orang memilih untuk memanfaatkan jastip.

Pada jastip BBW, banyak juga yang tertarik untuk titip dicarikan buku-buku dari penerbit tertentu seperti Mizan dan Gramedia.

5. Oleh-oleh khas daerah atau negara

Kalau yang satu ini rasanya sudah sangat umum ya, Bun, kita dengar jastip menawarkan barang-barang dari daerah. Seperti kopi Gayo, batik Yogyakarta, tenun Sumba, hingga kue kekinian yang ramai dibisniskan para selebritas.

Sedangkan, kalau barang dari luar negeri banyak yang nitip dicarikan tumbler, kaus, bumbu masakan, hingga camilan khas negara setempat. Namun, ada juga yang jastip barang mewah seperti tas dan sepatu, agar harganya lebih murah.

"Spontanitas saja, mereka mau apa kucarikan tapi yang sifatnya oleh-oleh atau makanan khas. Misal kopi, jadi kan sudah tahu harus ke mana. Mereka transfer kubelikan," tutup Winda.

Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Hello We are OddThemes, Our name came from the fact that we are UNIQUE. We specialize in designing premium looking fully customizable highly responsive blogger templates. We at OddThemes do carry a philosophy that: Nothing Is Impossible